Pelan Pelan Pulih
Tidak semua luka langsung sembuh. Ada hari di mana bangun saja sudah terasa berat, bukan karena tubuh lelah, tapi karena hati masih membawa banyak cerita. Kalau kamu sedang ada di titik ini, kamu tidak sendirian. Ada hari di mana napas terasa pendek dan dada sesak tanpa alasan yang jelas. Di hari seperti itu, kamu tidak harus kuat. Cukup berhenti sebentar dan bernapas pelan. Bukan untuk melupakan luka, tapi untuk memberi ruang agar hati tidak terus sesak. Kita sering diajari untuk kuat sendirian, untuk menyimpan semuanya rapat-rapat. Padahal, tidak semua luka ingin dipendam. Ada yang hanya ingin ditemani. Kamu tidak harus bercerita ke banyak orang. Cukup satu yang aman. Atau jika belum ada, menemani dirimu sendiri hari ini juga tidak apa-apa. Butuh bantuan bukan tanda lemah. Itu tanda kamu manusia. Menerima diri sendiri juga tidak harus langsung. Tidak perlu memaksa diri untuk segera baik-baik saja. Kadang cukup dengan berhenti memusuhi diri sendiri dan berhenti menyalahkan luka yang b...