Cara Bercerita Tanpa Takut Dianggap Lemah

Pernah ga sih, kamu pengin cerita tapi kata-katanya berhenti di kepala?
Bukan karena ga mau, tapi karena takut. Takut ga dimengerti. Takut dibilang lebay. Takut dianggap lemah.
Akhirnya kamu milih diam.
Nyimpen semuanya sendiri, sambil bilang ke diri sendiri, “ah, nanti juga kuat.”
Seolah-olah jadi kuat itu artinya ga boleh capek, ga boleh sedih, apalagi ngeluh.
Padahal, cerita itu bukan ngeluh.
Cerita itu cara hati ambil napas.
Cara paling sederhana buat bilang, “aku lagi butuh ditemani, sebentar aja.”
Kamu ga harus cerita ke semua orang, kok.
Cukup satu yang bikin kamu merasa aman.
Yang mau dengerin tanpa nyela, tanpa ngecilin perasaanmu, tanpa maksa kamu buat “cepat sembuh”.
Dan kalau sekarang belum ada orang seperti itu, ga apa-apa.
Beneran.
Kamu bisa mulai dari diri sendiri. Nulis di notes, di buku kecil, atau di mana pun. Pelan-pelan aja. ga perlu rapi. ga perlu bagus.
Ingat satu hal ini, ya.
Cerita ga bikin kamu lemah.
Justru itu tanda kamu cukup berani buat jujur sama perasaan sendiri.
Dan keberanian kayak gitu, itu ga kecil sama sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyembuhkan Diri Tidak Harus Sendirian

Tidak semua luka bisa dilihat.

Pelan Pelan Pulih