Tidak semua luka bisa dilihat.

Kadang kita keliatannya kaya baik-baik aja, masih bisa senyum seperti biasanya, padahal hati juga pikiran lagi capek dan berantakan banget. luka itu emang ga berdarah tapi ntah kenapa terasa nyata.m, terutama disaat kata-kata orang lain terus teringat di kepala.

Bullying tidak selalu berupa pukulan.

Sering kali, ia datang lewat ejekan, candaan, atau komentar yang bikin kita merasa tidak cukup. dan ya satu lagi, sekarang banyak banget hinaan yang dikemas dalam bentuk candaan, bagi yang mengucapkannya, mungkin itu sepele, tapi bagi yang menerimanya, kata-kata bisa meninggalkan luka yang sangat membekas.

Rasa takut membuat kita memilih untuk diam, takut dianggap lemah, malu buat cerita, dan akhirnya memendam semuanya sendiri. Padahal, memendam rasa sakit terlalu lama itu melelahkan, semakin lama dipendam maka sembuhnya juga semakin lama.

Kalau kamu pernah ngalamin itu semuaaku cuma mau ingetin satu hal ini:

"ini bukan salah kamu kok, perasaan kamu valid, kamu tuh ga berlebihan, dan kamu pantas diperlakukan dengan baik".

Dan untuk sekarang yuk, mulai lebih peduli, berhenti melukai lewat kata-kata kepada siapapun, dan pilih kalimat yang bisa menguatkan, karena satu kata baik, bisa berarti banyak untuk seseorang.

Untuk kamu yang sedang menyimpan luka tak terlihat, semoga tulisan ini jadi pengingat kecil bahwa kamu itu ga sendirian ko, sekali lagi ga sendirian, kamu boleh lelah, kamu boleh berhenti sebentar, dan kamu layak merasa aman.

Blog ini hadir sebagai ruang aman, tempat berbagi cerita, tempat menumpahkan rasa tanpa takut dihakimi. kalau kamu sedang atau pernah mengalami pembulian, anggap blog ini sebagai teman yang mau mendengarkan kamu.


Kamu ga harus kuat sendirian ya 🤍.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyembuhkan Diri Tidak Harus Sendirian

Pelan Pelan Pulih