Pelan Pelan Pulih
Tidak semua luka langsung sembuh. Ada hari di mana bangun saja sudah terasa berat, bukan karena tubuh lelah, tapi karena hati masih membawa banyak cerita.
Kalau kamu sedang ada di titik ini, kamu tidak sendirian. Ada hari di mana napas terasa pendek dan dada sesak tanpa alasan yang jelas. Di hari seperti itu, kamu tidak harus kuat. Cukup berhenti sebentar dan bernapas pelan. Bukan untuk melupakan luka, tapi untuk memberi ruang agar hati tidak terus sesak.
Kita sering diajari untuk kuat sendirian, untuk menyimpan semuanya rapat-rapat. Padahal, tidak semua luka ingin dipendam. Ada yang hanya ingin ditemani. Kamu tidak harus bercerita ke banyak orang. Cukup satu yang aman. Atau jika belum ada, menemani dirimu sendiri hari ini juga tidak apa-apa.
Butuh bantuan bukan tanda lemah. Itu tanda kamu manusia. Menerima diri sendiri juga tidak harus langsung. Tidak perlu memaksa diri untuk segera baik-baik saja. Kadang cukup dengan berhenti memusuhi diri sendiri dan berhenti menyalahkan luka yang belum sembuh.
Ada hari di mana kamu merasa sudah melangkah jauh, lalu tiba-tiba luka itu terasa hidup lagi. Kalau ini terjadi, tolong jangan menyalahkan diri sendiri. Kambuh bukan berarti gagal. Itu hanya bagian dari proses pulih.
Di hari seperti itu, kamu boleh pelan. Boleh lelah. Boleh berhenti sebentar. Ingatkan diri sendiri: aku pernah bertahan, dan aku bisa bertahan lagi. Tidak ada lomba dalam proses sembuh. Tidak ada waktu yang harus kamu kejar.
Kalau hari ini masih terasa berat, itu tidak berarti kamu tertinggal. Kamu hanya sedang manusia. Sembuh tidak selalu terlihat. Kadang ia hadir dalam bentuk kecil: masih bangun, masih bernapas, masih memilih bertahan. Dan itu sudah cukup.
Terima kasih sudah membaca sejauh ini. Terima kasih karena masih bertahan, meski pelan. Blog ini tidak dibuat untuk menuntutmu kuat. Blog ini ada untuk menemani, sebagai ruang aman untuk berbagi, untuk bercerita, atau sekadar diam tanpa dihakimi. Kalau kamu sedang atau pernah terluka, anggap tempat ini sebagai teman. Kamu tidak harus pulih sendirian 🤍.
Komentar
Posting Komentar